Sementara pada tumbuhan, pertumbuhan tersebut cenderung tidak terbatas. Bahkan ada beberapa yang tetap mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya.
Jika Sobat Tafsi perhatikan, di sekitar rumah Kalian mungkin ada pohon yang sudah sangat renta tetapi pertumbuhannya tetap berlangsung.
Pada kesempatan kali ini, edutafsi akan membahas beberapa materi mengenai pertumbuhan dan pertumbuhan pada tumbuhan.
Pembahasan ini dibagi menjadi empat subtopik, yaitu pengertian pertumbuhan dan perkembangan, jenis pertumbuhan, faktor pertumbuhan, dan hormon pertumbuhan.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua istilah yang saling terkait. Meski begitu, keduanya merupakan dua istilah dengan pengertian yang berbeda.Pertumbuhan yaitu proses perubahan biologis pada makhluk hidup yang ditandai dengan adanya pertambahan ukuran yang sanggup diukur.
Perubahan biologis yang dialami oleh makhluk hidup sanggup berupa pertambahan volume, massa, tinggi, berat, dan sebagainya.
Pertumbuhan merupakan proses yang bersifat irreversibel, yaitu proses yang tidak sanggup kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan juga bersifat kuantitatif.
Pada tumbuhan, proses tumbuh sanggup dilihat dengan terang dari perubahan ukuran tinggi besar batang, lebar dan jumlah daun, bertambahnya cabang, dan sebagainya.
Perkembangan yaitu proses perubahan makhluk hidup menuju kedewasaan yang tidak sanggup dinyatakan dengan ukuran serta bersifat kualitatif.
Berbeda dengan pertumbuhan yang irreversibel, perkembangan makhluk hidup bersifat reversibel. Artinya perkembangan sanggup kembali ke kondisi awal.
Nah, dari uraian singkat mengenai definisi pertumbuhan dan perkembangan, Sobat Tafsi sanggup menyimpulkan beberapa perbedaan keduanya.
Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan:
1). Pertumbuhan sanggup dinyatakan dengan angka, perkembangan tidak
2). Pertumbuhan bersifat kuantitatif, perkembangan kualitatif
3). Pertumbuhan bersifat irreversibel, perkembangan reversibel.
Pertumbuhan pada tumbuhan diawali dengan proses pembelahan sel yang kemudian dilanjutkan dengan proses pemanjangan dan diferensiasi.
Jenis Pertumbuhan Pada Tumbuhan
Berdasarkan sel-sel yang terlibat dalam pembelahan, pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pertumbuhan primer dan sekunder.#1 Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi alasannya yaitu adanya pembelahan sel-sel jaringan meristem primer atau jaringan embrional.Jaringan meristem primer sanggup ditemukan pada belahan embrio ujung akar dan ujung batang. Pada belahan ini terdapat sel-sel meristem yang aktif membelah.
Aktivitas pembelahan sel-sel meristem pada akar dan batang menyebabkan akar dan batang tumbuhan tumbuh memanjang.
Pertumbuhan primer pada tumbuhan sanggup diukur dan dinyatakan secara kuantitatif memakai alat ukur auksanometer.
Pertumbuhan primer didahului oleh proses perkecambahan, yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan embrio menjadi tumbuhan.
Perkecambahan diawali dengan proses peresapan air ke dalam sel-sel di dalam biji yang memicu kinerja enzim yang diperlukan dalam proses perkecambahan.
Proses perkecambahan menghasilkan tumbuhan muda yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun. Nah, selanjutnya akan terjadi pertumbuhan primer.
Pada belahan akar dan batang tumbuhan, kawasan pertumbuhannya sanggup dibedakan menjadi tiga daerah, yaitu:
1). Daerah pembelahan sel
2). Daerah pemanjangan sel
3). Daerah diferensiasi
Daerah pembelahan sel yaitu kawasan yang terletak di belahan ujung. Pada kawasan ini terdapat sel-sel meristematik yang aktif membelah.
Daerah pemanjangan sel yaitu kawasan pertumbuhan yang mengandung sel-sel yang sanggup membesar dan memanjang. Terletak di belakang kawasan pembelahan.
Daerah diferensiasi yaitu kawasan yang sel-selnya berubah menjadi sel dengan struktur dan fungsi khusus.
#2 Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder yaitu pertumbuhan lanjutan yang terjadi alasannya yaitu adanya pembelahan sel-sel jaringan meristem sekunder berupa kambium.Aktivitas kambium dan kambium gabus pada tumbuhan menyebabkan batang dan akar tumbuhan bertambah besar.
Jaringan kambium sanggup membelah secara mitosis. Pembelahan tersebut sanggup blangsung dalam dua arah yaitu ke luar dan ke dalam.
Pembelahan sel kambium ke arah luar menghasilkan sel floem sekunder sedangkan sel belahan yang dalam tetap menjadi kambium.
Sementara pembelahan sel kambium ke arah dalam akan menghasilkan sel xilem skunder, dan sel kambium belahan luarnya akan tetap menjadi kambium.
Itu artinya, selama proses pertumbuhan sekundr, tumbuhan tetap mempertahankan jaringan kambiumnya.
Karena pertumbuhan sekunder terjadi tanggapan acara kambium, maka proses ini hanya berlangusng pada tumbuhan yang memiiki kambium menyerupai tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.
Baca juga : Klasifikasi Tumbuhan Berdasarkan Fotoperiodisme.
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Secara umum, faktor-faktor yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.#1 Faktor Internal
Faktor internal yaitu faktor-faktor yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.Faktor internal pertumbuhan mencakup faktor genetik dan hormon. Faktor genetik yaitu faktor yang mengatur contoh pertumbuhan dan perkembangan.
Selain berperan dalam pewarisan sifat, gen juga berperan membawa instruksi untuk membentuk protein, enzim, dan hormon yang penting untuk pertumbuhan.
Selain gen, pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan juga dipengaruhi oleh hormon-hormon pertumbuhan yang disebut fitohormon.
Hormon pertumbuhan secara umum berperan untuk merangsang pembelahan sel dan pemanjangan sel sehingga pertumbuhan berjalan dengan optimal.
Akan tetapi, dari beberapa fitohormon yang menghipnotis pertumbuhan, ada juga hormon yang sifatnya menghambat pertumbuhan.
Untuk isu lebih terang mengenai jenis-jenis hormon pada tumbuhan beserta fungsinya, silahkan Sobat Tafsi baca pada belahan D di bawah.
#2 Faktor Eksternal
Fatktor eksternal yaitu faktor-faktor yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan yang asalnya dari luar tumbuhan tersebut.Faktor eksternal mencakup beberapa faktor yang mempunyai andil besar bagi kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
Beberapa faktor eksternal antaralain makanan (nutrisi), cahaya, suhu lingkungan, kelembaban, ketersediaan oksigen, dan unsur hara.
1). Nutrisi
Sebagai makhluk hidup, tentu tumbuhan memerlukan makanan atau nutrisi untuk melangsungkan pertumbuhan dan perkembangannya.
Ketersediaan nutrisi sangat menghipnotis laju pertumbuhan pada tanaman. Jika nutrisi tercukupi, maka laju pertumbuhan akan maksimal.
2). Cahaya
Tumbuhan memerlukan cahaya untuk mendukung pertumbuhannya. Bagi tumbuhan berklorofil, cahaya merupakan syarat mutlak supaya sanggup berfotosintesis.
3). Suhu (Temperatur)
Pertumbuhan pada tumbuhan juga dipengaruhi oleh suhu. Tumbuhan hanya akan tumbuh secara maksimal jikalau berada pada suhu optimum yang sesuai.
4). Kelembaban
Kelembaban udara sanggup menghipnotis proses penguapan yang pada akibatnya akan menghipnotis kemampuan tumbuhan dalam menyerap nutrisi untuk tumbuh.
5). Oksigen
Oksigen menghipnotis pertumbuhan belahan tumbuhan yang berada di atas tanah dan belahan akar yang berada di dalam tanah.
6). Unsur Hara
Untuk mendukung pertumbuhannya, tumbuhan membutuhkan unsur hara berupa air dan garam mineral yang terdapat di dalam tanah.
Ada dua golongan unsur hara yang penting bagi tumbuhan, yaitu unsur makro (C, H, O, N, S, P, K, Fe) dan unsur mikro (Cu, Zn, B, Mo).
Hormon Pertumbuhan pada Tumbuhan
Sebagai salah satu faktor internal yang menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan, hormon memegang tugas penting bagi kelangsungan tumbuhan.Beberapa fitohormon yang berperan dalam pertumbuhan antaralain hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, gas etilen, dan kalin.
#1 Hormon Auksin
Hormon auksin yaitu fitohormon yang banyak ditemukan di belahan ujung batang dan ujung daun. Hormon ini berfungsi merangsang perpanjangan sel.Beberapa fungsi auksin bagi tumbuhan:
1). Merangsang perpanjangan sel
2). Berperan dalam pembentukan akar
3). Memicu perpanjangan titik tumbuh
4). Mempertahankan pertumbuhan oleh pucuk
5). Merangsang pembentukan bunga dan buah
6). Menghambat pertumbuhan lateral
7). Merangsang pembelahan sel kambium
Karena mempunyai fungsi yang cukup vital bagi pertumbuhan, maka hormon auksin merupakan hormon yang besar lengan berkuasa besar bagi pertumbuhan.
Sel-sel tumbuhan yang mengandung lebih banyak auksin umumnya akn berkurukan lebih panjang dibanding belahan yang mengandung seikit auksin.
Perbedaan konsentrasi auksin pada batang menyebabkan batang tumbuhan membengkok. Pembengkokan ini dipengaruhi oleh penyebaran auksin.
Hormon auksin cenderung mengalami kerusakan jikalau terkena sinar. Oleh alasannya yaitu itu, batang yang terkena sinar cenderung mempunyai auksin lebih sedikit.
#2 Hormon Giberelin
Hormon giberelin pertama kali ditemukan oleh F Kurusawa di Jepang. Berdasarkan pengamatannya, ternyata pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh Giberelin.Hormon giberelin sanggup ditemukan pada hampir seluruh belahan tanaman. Sobat Tafsi sanggup menemukan giberelin di pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan biji.
Sama menyerupai auksin, giberelin juga mempunyai bebeapa fungsi yang penting bagi pertumbuhan. Diantaranya yaitu merangsang pembelahan sel.
Beberapa fungsi giberelin bagi tumbuhan:
1). Merangsang pembelahan sel
2). Merangsang proses perkecambahan
3). Mempercepat munculnya bunga
4). Merangsang pertumbuhan buah
5). Merangsang aktivits kambium
6). Mempengaruhi diferensiasi akar
7). Dapat menyebabkan tumbuhan tumbuh raksasa.
Hormon giberelin diproduksi pada jaringan meristem yang terdapat di belahan tunas akar, tunas batang, daun muda, dan embrio.
#3 Hormon Sitokinin
Hormon sitokinin yaitu hormon pertumbuhan yang berperan penting merangsang proses sitokinosis, yaitu proses pembelahan sel pada tumbuhan.Beberapa fungsi sitokinin bagi tumbuhan:
1). Merangsang pembelahan sel (sitokinosis)
2). Merangsang pembentukan tunas ketiak batang
3). Merangang pembentukan tunas pada kalus
4). Menghambat imbas auksin
5). menunda penuaan tanaman
6). Mempertahankan kesejukan jaringan
7). Menunda aborsi daun, bunga, dan buah.
Sitokinin ditemukan pada tahun 2950 oleh Folke Skog. Hormon ini banyak ditemukan pada organ muda tumbuhan yaitu pada biji, buah, daun, dan ujung akar.
#4 Hormon Kalin
Kalin yaitu hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pembentukan organ-organ pada tumbuhan. Hormon ini bekerja spsifik pada belahan tertentu.Berdasarkan organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
1). Rhizokalin : berfungsi merangsang pebentukan akar
2). Kaukalin : berfungsi merangsang pembentukan batang
3). Filokalin : berfungsi merangsang pembentukan daun
4). Antokalin : berfungsi merangsang pembentukan bunga
5). Asam traumalin : merangang pertumbuhan kalus pada batang dikotil.
#5 Asam Absisat
Asam absisat merupakan hormon yang cara kerjanya menghambat pertumbuhan. Fungsi utamanya yaitu meghambat pembelahan dan pemanjangn sel.Keberadaan asam absisat pada tumbuhan sanggup mengurangi laju pembelahan dan pemanjangan sel atau bahkan menghentikan proses tersebut.
Beberapa fungsi asam absisat bagi tumbuhan:
1). Menghambat pembelahan dan perpanjangan sel
2). Menghambat atau menunda pertumbuhan
3). Membantu dormansi pada tumbuhan
4). menutup stomata bila kekurangan air.
Meski cara kerjanya menghambat pertumbuhan, akan tetapi keberadaan asam absisat bahwasanya sangat membantu tumbuhan.
Asam absisat membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi buruk, contohnya membantu merangsang penutupan mulu daun supaya transpirasi berkurang ketika kekeringan.
#6 Gas Etilen
Etilen merupakan gas yang dikeluarkan oleh buah yang sudah renta oleh alasannya yaitu itu, hormon ini sanggup ditemukan pada belahan buah tumbuhan.Salah satu fungsi utama gas etilen yaitu merangsang dan mempercepat pematangan buah. Buah yang sudah renta cepat masak alasannya yaitu mengandung gas etilen.
Beberapa fungsi gas etilen bagi tumbuhan:
1). Mempercepat pemasakan buah
2). Menyebabkan penebalan pada batang
3). Merangsang pertumbuhan ke bawah dari daun penumpu.
Jika dikombinasikan dengan hormon auksin, gas etilen berfungsi memcau pertumbuhan pada tumbuhan nanas dan mangga.
Kombinasi gas etilen dengan homron giberelin berfungsi mengatur perbandingan bunga jantan dan betina pada tumbuhan berumah satu.
Pedagang umumnya memakai gas etilen (dalam bentuk karbit) untuk memeram buah. Tujuannya yaitu supaya buah cepat matang dan sanggup segera dijual.
Selain keenam hormon yang telah dijelaskan di atas, pertumbuhan pada tumbuhan juga dipengaruhi oleh asam traumatin, yaitu hormon luka.
Asam traumatin berperan merangsang pembelah sel di belahan tumbuhan yang luka sehingga luka tersebut sanggup tertutup.
Baca juga : Manfaat Hormon Pertumbuhan dalam Bidang Pertanian.
Demikian pembahasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga isu ini bermanfaat.
Jika konten ini bermanfaat, bantu edutafsi membagikannya kepada teman-teman kalian melalui media umum supaya keuntungannya tidak berhenti pada kalian saja.

