Menurut keterangan saksi, salah satu kesalahan yang dilakukan dalam insiden pilu tersebut yakni jumlah penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya.
Tim penyidik melaporkan bahwa ada unsur kecerobohan dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang tujuannya untuk memperoleh laba besar.
Meski begitu, kelalaian itu tidak sepenuhnya dilakukan oleh pihak kapal. Bagaimanapun ada campur tangan dari penumpang yang turut menjadi korban.
Sebelum kapal tersebut berangkat, sesungguhnya beberapa penumpang telah dihimbau untuk menunggu kapal ferry yang akan berangkat sehabis kapal tersebut.
Akan tetapi, lantaran alasan waktu dan sebagainya, sebagian penumpang mendesak untuk ikut sehingga jumlah muatan menjadi melebihi batas normalnya.
Tak usang sehabis meninggalkan pelabuhan, terjadi angin ribut di danau Toba. Dalam hitungan menit, kapal tersebut oleng dan balasannya tenggelam.
Menurut keterangan saksi yang berada di sebuah restoran tepi danau, angin ribut yang terjadi seperti mendekati kapal dan menciptakan kapal tenggelam.
Salah satu spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa banyaknya jumlah kendaran bermotor di atas kapal menciptakan kapal oleng dan tak terselamatkan.
Penumpang yang panik hanya sanggup berteriak. Upaya penyelamatan sulit dilakukan alasannya yakni kapal tersebut tidak dilengkapi dengan alat pelampung.
Berkaca dari insiden tersebut, maka aneka macam pihak menuntut supaya pemerintah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kualitas pelayaran di Indonesia.
Pemerintah juga diminta untuk memperlihatkan hukuman tegas kepada pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab atas bencana tersebut.
Nah, pada kesempatan ini, edutafsi akan membahas beberapa hal yang perlu Sobat Tafsi lakukan jikalau kapal yang kalian naiki tiba-tiba tenggelam.
Tapi sebelum membahas hal tersebut, kita akan melihat terlebih dahulu beberapa insiden kapal tenggelam yang pernah terjadi di tahun 2018.
Kecelakaan Kapal Tenggelam di 2018
Seperti yang telah edutafsi singgung di atas, pada tahun 2018 banyak insiden atau petaka yang melibatkan air seperti air sedang mengamuk.Lebih dari sepuluh kecelakaan kapal dan bahtera dilaporkan sepanjang tahun 2018 dan beberapa mengalami bencana tenggelam.
Dari beberapa insiden tersebut, berikut lima bencana tenggelamnya kapal di tahun 2018 yang menelan korban jiwa tak sedikit.
#1 Kapal Cepat Awet Muda, Banyuasin
Pada tanggal 3 januari 2018, kapal cepat (speedboat) Awet Muda tenggelam di perairan Tanjung Seri Bagan, Banyu Asin, Sumatera Selatan.Kapal yang mengangkut 55 penumpang tersebut tenggelam sehabis diterjang ombak besar. Kapal bertolak dari Primer II Karang Agung menuju Palembang.
Menurut keterangan saksi, awalnya kapal tidak mengalami hambatan apapun. Namun tiba-tiba mesin speedboat mati lantaran ada as mesin yang patah.
Sebelum proteksi datang, speedboat dipaksa melaju oleh nahkoda dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dan dikala diterjang ombak, kapal pun terbalik.
Tiga belas orang dilaporkan meninggal dalam insiden nahas tersebut. Sementara penumpang lainnya berhasil selamat lantaran ada kapal getek yang menolong.
#2 Tragedi KM Arista, Selat Makassar
Pada hari rabu tanggal 13 Juni 2018, sebuah kapal KM Arista tenggelam di perairan Selat Makasar, Sulawesi Selatan. Kapal ini membawa puluhan penumpang.Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Berdasarkan laporan, kapal tersebut sesungguhnya yakni kapal pengangkut ikan.
Setelah berlayar sejauh 5 mill dari pelabuhan Paotere, kapal dihantam angin dan ombak besar sehingga kapal tersebut terbalik dan tenggelam.
Menurut laporan Tim penyelamat, dari 51 penumpang 13 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 38 penumpang lainnya dinyatakan selamat.
Atas insiden tersebut, Daeng Killa ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi lantaran tidak mempunyai surat izin. Daeng Killa juga berperan sebagai nahkoda.
#3 Tragedi KM Sinar Bangun, Danau Toba
Pada tanggal 18 Juni 2018, kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Saat itu kapal bergerak menuju pelabuhan Tigaras dari pelabuhan Simanindo.Pada awalnya tidak ada data valid mengenai jumlah korban namun sehabis ditelusuri, ternyata jumlah korban melebihi daya tampung kapal seharusnya.
Yang mengejutkan, daya tampung kapal KM Sinar Bangun hanya 40 orang tetapi pada dikala insiden kapal ini membawa 211 penumpang belum lagi kendaraan.
Setelah dilakukan pencarian dan proses penyelamatan dilarang setidaknya ada 164 korban yang tidak ditemukan dan diduga terjebak di dalam kapal.
Proses evaukasi dilarang tidak hanya lantaran medannya yang sulit dan keterbatasan alat, tetapi juga lantaran pertimbangan lainnya terkait kondisi korban.
Monumen bertuliskan nama-nama korban yang belum ditemukan pun dibangun atas sumbangan Bupati Simalungun, JR Saragih untuk memudahkan keluarga berziarah.
Tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun merupakan bencana kapal terbesar yang menelan banyak korban jiwa di tahun 2018 ini.
#4 Tragedi KM Lestari Maju, Kepulauan Selayar
Pada tanggal 3 Juli 2018 kapal KM Lestari Maju yang mengangkut sekitar 164 orang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukamba menuju Pelabuhan Pamatata Kabupaten Delayar. Kapal diduga mengalami kerusakan mesin.
Menurut hasil penelusuran, kapal membawa jumlah penumpang yang melebihi manifes resmi. Setidaknya 36 orang dikabarkan meninggal dunia pada insiden nahas tersebut.
Atas insiden tersebut, Sang Nahkoda, Agus Susanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran kelalaian. Pemilik KM Lestari Maju juga ditetakan sebagai tersangka.
#5 Musibah KM Orange, Cikeruh Wetan
Pada tanggal 19 Juli 2018, kembali terjadi kecelakaan kapal. Kapal KM Orange dilaporkan tenggelam di perairan Cikeruh Wetan 2, Kabupaten Pandeglang.Kapal yang berangkat dari Dermaga Pulau Tinjil menuju Dermaga Binuangeun tersebut diterjang ombak besar sehingga air bahari masuk ke mesin kapal.
Menurut laporan, kapal tersebut mengangkut 24 penumpang dikala kejadian. Di antara penumpang terdapat rombongan peneliti dari Institut Pertanian Bogor.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara tim peneliti IPB yang turu menjadi korban dinyatakan selamat.
Daftar di atas dibentuk bukan untuk mengorek kembali luka yang sudah mulai kering, tapi supaya Sobat Tafsi lebih waspada dikala berpergian memakai kapal.
Baca juga : Kenali Tanda-tanda Akan Datangnya Tsunami.
Upaya Penyelamatan Saat Kapal Tenggelam
Karena kecelakaan sanggup terjadi kapan saja, maka kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aneka macam acara terutama dikala berpergian.Tenggelamnya kapal merupakan salah satu bentuk kecelakaan yang mungkin akan dihadapi jikalau berpergian memakai kapal.
Mengingat jumlah kecelakaan kapal (tenggelamnya kapal) di Indonesia terbilang cukup banyak, maka penumpang perlu mempersiapkan diri mengantisipasinya.
Berikut edutafsi rangkum beberapa hal yang perlu dilakukan jikalau kapal yang dinaiki akan tenggelam. Tidak termasuk mekanisme penyelamatan tim evakuasi.
#1 Mengantisipasi Kecelakaan
Dalam acara apapun, sesungguhnya kita harus mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi selama melaksanakan acara tersebut.Jika Sobat Tafsi berencana bepergian menaiki kapal, maka carilah gosip sebanyak mungkin mengenai cara yang kondusif untuk mengantisipasi kecelakaan.
Salah satu langkah antisipasi yang perlu Sobat Tafsi perhatikan yakni memastikan bahwa kapal yang akan kalian naiki tidak membawa muatan melebihi kapasitas.
Jika kalian melihat kapal penuh sebaiknya menunggu kapal lain yang akan berangkat. Pastikan juga awak kapal dalam kondisi yang baik.
Antisipasi berikutnya yang sanggup Anda lakukan yakni menentukan daerah duduk yang bersahabat dengan pintu keluar atau jendela supaya kalian sanggup bergerak lebih cepat.
Idealnya kapal dilengkapi dengan baju pelampung, maka sebagai antisipasi duduklah di bersahabat lokasi pelampung jikalau perlu pakai pelampung terlebih dahulu.
Sebagai antisipasi tambahan, Kalain perlu membawa peluit atau sejenisnya yang sanggup dipakai untuk memperlihatkan sinyal darurat dan mengabarkan lokasi kalian.
#2 Bersikap Tenang dan Berfikir Jernih
Ketika kapal akan tenggelam, umumnya penumpang akan menjadi panik dan ketakutan. Sebagian lagi mungkin akan menangis.Jika Sobat Tafsi berada di atas kapal yang akan tenggelam, maka hal penting yang harus kalian lakukan yakni tetap damai dan berfikir jernih.
Sekalipun kalian tidak sanggup berenang, usahakanlah untuk tetap damai supaya sanggup berfikir jernih dan mengambil tindakan yang sempurna untuk dilakukan.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan, perhatikan sekeliling Anda dan lihat langkah apa yang paling sempurna untuk dilakukan.
Perhatikan intruksi dari awak kapal mengenai apa yang harus dilakukan. Jika tidak ada, maka cobalah untuk memikirkan upaya penyelamatan yang umum.
Hindari hasrat untuk mengabadikan momen tersebut lantaran hal itu mungkin menciptakan kalian tidak mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan diri.
#3 Segera Gunakan Pelampung
Langkah awal yang paling umum dilakukan ketika kapal akan tenggelam yakni memakai baju pelampung. Biasanya awak kapal akan bergerak cepat membagikannya.Selain baju pelampung, beberapa kapal biasanya dilengkapi dengan pelampung berupa sekoci yang dipakai untuk kondisi darurat.
Perhatikan arahan dari awak kapal mengenai upaya penyelamatan jikalau penumpang memang perlu dievakuasi memakai sekoci.
Jika lantaran alasan tertentu, Kalian tidak sanggup menemukan pelampung, cobalah menemukan benda di sekitar yang sanggup dimanfaatkan sebagai pelampung.
Pastikan Kalian memakai pelampung dengan benar supaya Kalian sanggup mengapung jikalau harus terjun ke air lantaran alasan tertentu.
#4 Segera Lompat Dari Kapal
Adakalanya adalam situasi darurat, Kalian harus lompat meninggalkan kapal lantaran kapal akan segera tenggelam.Jika Sobat Tafsi harus lompat ke dalam air, pastikan kalian tetap memakai sepatu dan perhatikan arah lompatan Kalian.
Usahakan tidak melompat di atas badan orang lain atau lompat ke benda-benda di sana yang justru sanggup menciptakan kalian cedera.
Saat melompat gunakan salah satu tangan Kalian untuk menutup hidung dan masuklah ke air dengan potongan kaki terlebih dahulu.
Hal lain yang perlu dilakukan ketika melompat yakni usahakan supaya Kalian melompat cukup jauh dari kapal. Lompatlah sejauh mungkin.
#5 Segera Menjauh dari Kapal
Jika kapal yang Sobat Tafsi naiki berukuran besar, maka segeralah menjauhi kapal begitu Kalian melompat. Ini penting untuk keselamatan kalian.Kapal yang berukuran besar umumnya akan menyebabkan pengaruh menghisap yang sanggup menciptakan benda-benda di sekitarnya termasuk insan terhisap.
Itu sebabnya ketika penyelamatan dilakukan memakai kapal besar, ada batas jarak tertentu supaya tim penyelamatan sanggup menyelamatkan korban yang mengapung.
Jika tidak sanggup berenang, cobalah usahakan bergerak dengan memanfaatkan gerakan tangan. Tarik air ke belakang supaya badan kalian terdorong ke depan.
#6 Tetap Terapung
Jika Kalian berada di perairan yang jauh dari daratan, menjaga badan kalian tetap terapung yakni hal yang lebih baik daripada mencoba berenang.Berenang dengan tujuan menemukan pertolongan atau mencari daratan sanggup jadi yakni inspirasi jelek lantaran Kalian mungkin akan kehabisan tenaga.
Jika Sobat Tafsi sudah kondusif dalam posisi terapung, maka cobalah untuk tetap terapung. Bergabunglah dengan korban lain di sekita Kalian.
Dalam kondisi tertentu, Kalian mungkin membutuhkan alat bantu lain untuk terapung. Manfaatkan segala benda yang kalian temukan untuk terapung.
Untuk menghindari hipotermia dan menjaga suhu tubuh, coba rapatkan lutut kalian ke dada. Merapatlah dengan orang lain supaya badan tetap hangat.
Selama proses tersebut, usahakan supaya tidak terpisah dari rombongan dan berdoalah supaya proteksi segera datang.
Baca juga : Cara Menyelamatkan diri Saat Gempa.
Demikian gosip mengenai hal-hal yang perlu dilakukan jikalau kapal yang dinaiki tenggelam yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga bermanfaat.
Buat Sobat Tafsi yang punya pengalaman kapal tenggelam, share pengelaman kalian ya di komentar. Barangkali bermanfaat buat pembaca yang lain.

